NPSN: 20307941 Kab. Magelang
Logo SDN Banyubiru 2

SD Negeri Banyubiru 2

Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang · Ramah, Inovatif, Berprestasi

BERITA TERBARU
Memuat berita terbaru sekolah...

Kisah Lembut Sang Penyihir Kata: Jejak Hafiza Menembus Panggung Kabupaten

Ada yang bilang, riuh keberhasilan tidak selalu lahir dari mereka yang bersuara nyaring. Kadang, ia tumbuh diam-diam di balik tutur kata yang halus dan tatapan mata yang tenang. Begitulah Hafiza Khaira Lubna, siswi kelas 6 SD Negeri Banyubiru 2. Di balik sosoknya yang pendiam dan pemalu, tersimpan kecintaan mendalam pada dunia buku—sebuah lentera yang membawanya melangkah jauh menembus panggung Kabupaten Magelang.

Dari Bahasa Ibu Menuju Indahnya Basa Jawa

Langkah Hafiza di dunia seni tutur kata bukanlah cerita baru. Selama dua tahun berturut-turut, di bawah bimbingan hangat Pak Fajar dan Bu Dwi, ia telah mengukir prestasi dalam ajang FLS3N cabang Cerpen berbahasa Indonesia hingga berhasil menembus tingkat kabupaten. Namun, tahun 2026 membukakan lembar baru yang menantang.

Pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), Hafiza diminta mewakili sekolah pada cabang Cerkak (Cerita Cekak). Sebuah lompatan besar bagi anak yang biasa bertutur dalam bahasa Indonesia, kini harus merangkai keindahan bahasa Jawa di atas panggung. Awalnya, ragu sempat menyapa. Namun, Pak Fajar dan Bu Maya melihat potensi emas yang tersimpan di balik kesederhanaan Hafiza. Keyakinan penuh dari kedua mentor ini menjadi jangkar bagi Hafiza untuk memberanikan diri menyeberangi ketakutannya.

Menari di Atas Gelombang Tantangan

Hari-hari latihan diwarnai ketekunan luar biasa. Di tengah kepungan tugas sekolah dan riuhnya kegiatan di luar kelas, Hafiza tetap menggenggam semangat yang tak kunjung padam. Latihan demi latihan dijalani dengan tekun bersama Pak Fajar dan Bu Maya.

Ujian sesungguhnya datang ketika angin perubahan meniup ajang lomba ini: Petunjuk Teknis (Juknis) berubah di tengah jalan, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Rasa bingung sempat melanda, tetapi Pak Fajar dan Bu Maya memilih melihatnya bukan sebagai penghalang, melainkan sebagai batu pijakan. "Ini tantangan kita bertiga, kita harus lebih semangat!" menjadi mantra pemantik tekad mereka.

Kamis, 10 September 2026, menjadi saksi bisu perjuangan pertama. Di tingkat kecamatan, debas jantung Hafiza dan para pendamping beradu cepat dengan detik jam. Ketika nama Hafiza diumumkan sebagai Juara 1, haru menyelimuti. Namun, gerbang perjuangan belum usai. Tiket menuju tingkat Kabupaten Magelang sudah di tangan, dan waktu yang tersisa sangatlah singkat. Latihan pun digembleng makin intensif.

Mengukir Bangga di Panggung Kabupaten


Selasa, 22 September 2026, arena persaingan tingkat Kabupaten Magelang digelar. Di sana berkumpul para jawara terbaik dari setiap kecamatan. Panggung terasa lebih dingin, dan tekanan kian berat. Namun, Hafiza yang pemalu melangkah dengan keberanian baru. Selama tiga jam di dalam ruangan, ia menumpahkan seluruh daya dan pesona cerita Jawa yang telah ia latih dengan mandi keringat.

Saat pengumuman kejuaraan tiba, ketegangan membumbung tinggi. Di antara sekian banyak jawara hebat, nama Hafiza Khaira Lubna kembali terpanggil sebagai Juara Harapan 3 FTBI Tingkat Kabupaten Magelang.

Meski belum merengkuh piala utama, pencapaian ini terasa manis bak embun pagi. Menembus ketatnya persaingan kabupaten dengan bahasa yang baru dipelajarinya dalam waktu singkat adalah sebuah keajaiban dari kerja keras.

Doa Orang Tua dan Bekal Masa Depan

Keberhasilan Hafiza tak lepas dari benang-benang doa yang tak putus dipintal oleh kedua orang tuanya. Komunikasi yang terjalin erat antara orang tua Hafiza, Pak Fajar, dan Bu Maya menjadi pilar kokoh yang menopang tumbuh kembang sang buah hati selama melintasi hari-hari yang berat.

Kini, SD Negeri Banyubiru 2 menaruh rasa bangga yang teramat dalam. Hafiza telah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu permata sekolah yang berprestasi dari berbagai ajang. Jejak-jejak perjuangan, keberanian melawan rasa malu, serta tempaan mental ini akan menjadi bekal yang sangat berharga saat ia melangkah ke jenjang SMP kelak.

Teruslah bertutur dan menginspirasi, Hafiza. Karena dari ketenanganmu, dunia belajar mendengarkan.

Penulis:

Fajar Ardi, sang pemetik potensi dan penuntun langkah para pengukir mimpi di SD Negeri Banyubiru 2.

Kirimkan Komentar atau Tanggapan:

Posting Komentar

Tautan artikel berhasil disalin!