NPSN: 20307941 Kab. Magelang
Logo SDN Banyubiru 2

SD Negeri Banyubiru 2

Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang · Ramah, Inovatif, Berprestasi

BERITA TERBARU
Memuat berita terbaru sekolah...

Menyisir Jejak Tradisi, Merajut Mimpi dalam Harmoni Gerak


Matahari belumlah tinggi ketika tabuhan ritme itu mulai memecah kesunyian di pelataran sekolah. Di sana, tiga raga muda—Alvera Vernanda Kaiko, Hafizh Riu Uwais, dan Salwa Yunita Anggraini—sedang menantang batas lelah. Tiga pesona dari SDN Banyubiru 2, Kecamatan Dukun, ini mengorbankan waktu demi sebuah pengabdian pada seni. Tubuh mereka yang mulanya lelah, perlahan berteman akrab dengan peluh yang mengucur bak mutiara fajar. Tiada hari tanpa berlatih keras, karena di dalam dada mereka, ada api ambisi yang menyala hebat untuk membawa nama baik sekolah tercinta pada ajang FLS3N tingkat kecamatan.

Harmoni Tiga Jiwa dalam "Solah Gumregat"

Tepat pada tanggal 12 Mei 2026, panggung FLS3N saksi bisu dari lahirnya sebuah mahakarya bertajuk "Solah Gumregat". Karya ini bukan sekadar gerak tanpa makna, melainkan sebuah garapan tari kreasi yang bernapas dinamis, mengadopsi ketegasan dan esensi magis dari gerak Topeng Ireng yang mengakar kuat di bumi lereng Merapi.

Tarian ini menenun sebuah cerita mendalam tentang tiga pekerjaan yang berbeda. Meski terpisah oleh sekat profesi, interaksi hangat nan jenaka menyatukan ketiganya dalam sebuah harmoni. Sebuah pengingat yang mengetuk pintu sanubari akan panggilan jiwa untuk tetap menjaga dan merawat nyala api tradisi agar tak padam digilas zaman.

Di balik layar yang megah, ada tangan-tangan dingin yang menjadi jangkar perjuangan mereka. Sentuhan estetis dari koreografer Mashayu Rhinanda Avrellia, dentuman aransemen magis dari komposer Kabanyunan Studio, serta pesona elok dari tata rias Loh Sari Larasati, berpadu sempurna dengan bimbingan penuh kasih dari sang pendamping sekolah, Fajar Ardi Saputra dan Tutut Damayanti. Kerja sama yang solid ini adalah simfoni indah yang mengantarkan mereka menuju gerbang keberhasilan.

Alhamdulillah, perjuangan berdarah-darah itu berbuah manis. Langkah tegap dan senyum binar mereka berhasil memikat hati para juri dan menyabet gelar Juara 3. Sebuah torehan prestasi yang mengukir senyum bangga di wajah seluruh warga sekolah.

Nyala Tradisi yang Terus Berpendar


Keindahan "Solah Gumregat" tidak berhenti di panggung kompetisi. Pesona tarian ini begitu memikat hingga mereka kembali diberi kehormatan untuk menghentak panggung pada acara Wasana Warsa pelepasan siswa kelas 6 tahun ajaran 2025/2026 yang akan digelar pada 17 Juli 2026 mendatang. Panggung itu nantinya akan menjadi ruang apresiasi, tempat di mana seluruh mata akan memandang bagaimana tradisi dirayakan dengan penuh sukacita oleh generasi masa depan.

Dari Alvera, Hafizh, dan Salwa, kita belajar bahwa seni tradisional bukanlah masa lalu yang usang, melainkan masa depan yang terus bergerak dinamis. Selama detak jantung anak-anak bangsa masih selaras dengan ritme gamelan, maka sekencang apa pun angin modernisasi menerpa, akar budaya kita akan tetap menghujam kuat ke bumi.

Ditulis oleh: Fajar Ardi Saputra, sang Penjaga Nyala Lentera Seni Budaya 

Kirimkan Komentar atau Tanggapan:

Posting Komentar

Tautan artikel berhasil disalin!