NPSN: 20307941 Kab. Magelang
Logo SDN Banyubiru 2

SD Negeri Banyubiru 2

Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang · Ramah, Inovatif, Berprestasi

BERITA TERBARU
Memuat berita terbaru sekolah...

Hidup Sekadarnya, Belajar Selamanya: Catatan Ringan Seorang Guru dari Kaki Merapi

Sarindi

Lahir dan besar di keluarga sederhana di lereng Gunung Merapi. Sederhananya sampai kadang bingung membedakan antara hidup prihatin, memprihatinkan ataukah hidup hemat, cermat dan bersahaja. Orang tua berprofesi sebagai petani kecil yang mengajarkan bahwa kerja keras bukan sekadar teori, melainkan rutinitas sehari-hari.

Pendidikan dasar ditempuh di SD Kanisius (Bersubsidi) Grogol dan lulus pada tahun 1993. Sekolah tersebut kini telah beralih fungsi menjadi tempat pelayanan umat berupa Gereja Katolik Roma menggunakan nama yang cukup keren, yaitu "Gubug Selo Merapi" dengan nama udara GSPi. Setelah lulus dari SMP Negeri Dukun pada tahun 1996, melanjutkan pendidikan di SMK Negeri 1 Kota Magelang.

Sejak kecil terbiasa membantu pekerjaan orang tua di sawah. Pernah juga merasakan kerasnya pekerjaan sebagai kuli bongkar muat pasir di kawasan pertambangan Sungai Senowo, Merapi. Berbekal semangat dan sedikit nekat, akhirnya memaksakan diri kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta sambil tetap berjuang memenuhi kebutuhan hidup. Pendidikan D-2 PGSD berhasil diselesaikan pada tahun 2005.

Karier sebagai guru dimulai pada tahun 2004 sebagai tenaga wiyata bakti di SD Negeri Mangunsoka. Dua tahun kemudian, ketika kesempatan itu datang, mengikuti seleksi guru dan berhasil diangkat sebagai CPNS Golongan II/b pada tahun 2006 dengan penempatan pertama di SD Negeri Klegen, Kecamatan Grabag.

Pada tahun 2010, mendapat kesempatan kembali mengabdi di wilayah Kecamatan Dukun. Sebagai bagian dari proses penyesuaian dan penugasan, menjalani masa "percobaan lapangan" selama kurang lebih satu tahun di SD Negeri Banyudono 4. Bukan percobaan karena sering membuat kesalahan, tetapi memang begitulah alur penugasannya saat itu.


Selanjutnya, pada tahun 2011 dipindahkan ke SD Negeri Banyubiru 1 yang berada di bawah Bukit Gununggono. Di sekolah inilah perjalanan pengabdian sebagai guru berlangsung cukup panjang. Banyak pengalaman, pelajaran, tantangan, serta kenangan yang terukir bersama siswa, rekan guru, dan masyarakat sekitar. Sebuah fase yang menjadi bagian penting dalam perjalanan menjadi pendidik hingga saat ini.

Pendidikan formal terakhir adalah Sarjana PGSD Guru Kelas melalui Universitas Terbuka. Kuliah dijalani pada sore hingga malam hari dengan penuh perjuangan, dan akhirnya lulus pada tahun 2009 dengan gelar S.Pd.SD. (Perlu ditegaskan, S.Pd.SD ya, bukan S.Pd.UT. Soalnya Universitas Terbuka itu nama kampusnya, bukan nama gelarnya.)

Di sela-sela kesibukan sebagai guru, sering tertarik mencoba berbagai tantangan yang diberikan teman-teman. Mulai dari menulis cerita, membuat media pembelajaran, membuat komik pembelajaran, hingga berbagai kegiatan kreatif lainnya yang kadang muncul tanpa perencanaan. Belajar ngeblog secara otodidak sejak tahun 2012. Alhamdulillah, sampai sekarang masih merasa banyak yang harus dipelajari.

Beberapa karya pernah dimuat dalam bentuk artikel, puisi, soal, buku, laporan kegiatan, hingga liputan. Pernah pula dipercaya menjadi penulis dan kontributor Majalah Anak SD "Gen Gemilang" pada masa-masa awal perintisannya.

Dalam perjalanan karier, pernah mendapat amanah sebagai bendahara DPA, bendahara BOS, maupun bendahara DAK. Pernah pula berkecimpung sebagai operator data pendidikan sejak era Padamu Negeri hingga Dapodik dengan jargon legendaris, "Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Data". Saat ini dipercaya sebagai Ketua Operator Dapodik SD se-Kecamatan Dukun.

Sesekali mengikuti berbagai perlombaan. Kadang menang, kadang belum menang, dan kadang menangnya ditunda tahun depan. Namun tujuan mengikuti lomba bukan semata-mata mencari kemenangan, apalagi mencari kekalahan. Dengan mengikuti lomba, seseorang dipaksa belajar, berproses, dan memperoleh pengalaman baru. Kalau akhirnya juara, itu bonus. Karena setiap juara pada umumnya berawal dari peserta.

Prestasi akademik yang paling berkesan adalah menjadi Juara 1 Olimpiade Guru Nasional (OGN) Kabupaten Magelang selama dua tahun berturut-turut pada tahun 2018 dan 2019. Tahun 2020 sempat mencoba peruntungan di bidang desain gratis  😂🙏 desain grafis dalam ajang Pekan TIK Kabupaten Magelang. Bermodal kemampuan CorelDRAW level "under basic", Alhamdulillah berhasil meraih Juara Harapan 1 Desain Logo Penggerak Pendidikan. Pada tahun 2024 kembali memperoleh Juara 1 Pengelolaan Website dalam Anugerah Kehumasan Pandu Citraloka Kwarcab Magelang.

Selain mengajar, sesekali terlihat dalam kegiatan kepanduan, kegiatan sosial kemanusiaan, pelatihan, pengajian, maupun berbagai aktivitas masyarakat lainnya. Kadang terlihat di kerumunan, kadang tidak terlihat sama sekali. Namanya juga mobilitas.

Dalam bidang pelatihan dan pengembangan profesi, pernah menjadi Instruktur Nasional Guru Pembelajar pada tahun 2016 yang diselenggarakan PPPPTK Seni Budaya. Tahun 2019 menjadi Guru Inti Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) PPPPTK Matematika. Tahun 2021 menjadi Instruktur Optimalisasi Akun Belajar.id Kemdikbud dalam Program Google Master Trainer Bootcamp Refo Indonesia.

Melalui proses belajar yang tidak selalu mulus—kadang jatuh, kadang bangun, kadang merangkak dulu baru berdiri—akhirnya berhasil memperoleh sertifikasi Google Certified Educator Level 1, Google Certified Educator Level 2, Training Skill Assessment (TSA), Google Certified Trainer (GCT), serta Quizizz Certified Trainer.

Pada Desember 2021, mendapat amanah untuk bertugas di SD Negeri Sengi 2 yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Boyolali. Pengalaman ini cukup unik karena dalam satu ruang kelas dapat berinteraksi dan mendidik peserta didik yang berasal dari dua kabupaten berbeda. Selain menambah wawasan tentang karakter dan latar belakang siswa yang beragam, pengalaman tersebut juga memberikan warna tersendiri dalam perjalanan sebagai pendidik.

Periode Juni 2022 hingga Mei 2023 menjadi babak baru dengan diberikannya tugas tambahan sebagai Kepala SD Negeri Sewukan 1. Meski demikian, masyarakat setempat lebih akrab menyebutnya SD Negeri Sewukan saja. Maklum, sekolah tersebut merupakan satu-satunya SD Negeri yang masih berdiri di Desa Sewukan, karena SD Negeri Sewukan 2 telah lama digabung (merger). Jadi, meskipun ada angka "1" di belakang namanya, tidak ada lagi "saudara kandungnya" yang bernama Sewukan 2.

Perjalanan pengabdian kemudian berlanjut ketika pada Maret 2026 mendapat penugasan baru di SD Negeri Banyubiru 2. Di sekolah inilah semangat untuk terus belajar, berbagi, dan berinovasi dalam dunia pendidikan kembali dilanjutkan, sembari berharap dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi peserta didik, sekolah, dan masyarakat sekitar.

Sebagai warga negara Indonesia yang baik dan tidak ingin tertinggal dari arus perkembangan netizen +62, tentu memiliki akun media sosial. Beberapa di antaranya dapat diikuti, disubscribe, ditambahkan sebagai teman, atau bahkan diblokir—semuanya tergantung kebutuhan dan kebijakan masing-masing platform.

Salam literasi, salam pendidikan, dan salam belajar sepanjang hayat.

Apakah Anda menyukai artikel literasi ini? Berikan apresiasi Anda:

Klik tombol hati di atas untuk memberikan apresiasi pada karya tulis guru.

Kirimkan Komentar atau Tanggapan:

Posting Komentar

BAGIKAN INFORMASI INI:
Tautan artikel berhasil disalin!